Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Sastra Winara Dorong Sayaga dan Pemda Bogor Hidupkan Rest Area Gunung Mas

badge-check


					Sastra Winara Dorong Sayaga dan Pemda Bogor Hidupkan Rest Area Gunung Mas Perbesar

SAHABAT PEMDA | BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor diminta serius menghidupkan Rest Area Sayaga Cibinong agar dapat menjadi destinasi wisata unggulan. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menekankan pentingnya strategi sosialisasi, penataan pedagang, hingga sinergi lintas pihak agar kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan dan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal.

Dalam wawancara dengan wartawan, Kamis (24/4/2025), Sastra menyoroti peran penting BUMD Sayaga Wisata sebagai pengelola, serta mengingatkan Pemerintah Daerah untuk berhati-hati dalam pengelolaan agar keberadaan Rest Area benar-benar berdampak positif bagi masyarakat, khususnya para pedagang kecil.

“Tentu Sayaga harus bisa bersosialisasi kepada masyarakat (agar) bisa menggaet para wisatawan bisa datang ke situ, dengan cara seperti (berkoordinasi dengan) pemerintah daerah bagaimana Rest Area ini bisa hidup,” ujar Sastra Winara.

Ia menegaskan perlunya evaluasi teknis dalam pengelolaan Rest Area Sayaga. Menurutnya, DPRD akan terus memantau dan berkoordinasi untuk memastikan konsep pengelolaan berjalan optimal meskipun secara teknis DPRD tidak terlibat langsung.

“Tentu coba kami lihat, kami tanyakan seperti apa karena secara teknis kami ga terlalu paham (karena) kalau Rest Area kan dikelola oleh Sayaga,” cetusnya.

Selain aspek manajerial, Sastra juga menyoroti nasib para pedagang yang sebelumnya terdampak relokasi. Ia mengingatkan pentingnya memastikan keberlangsungan ekonomi mereka di lokasi baru agar tidak kembali berjualan di tempat-tempat tidak resmi.

“Karena ini kan ratusan orang yang berdagang, jangan sampai nanti balik lagi ke tempat itu (lapak yang sebelumnya digusur) karena ini kan urusannya perut,” tuturnya.

Sastra mendorong Pemerintah Daerah untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menata kawasan Rest Area agar nyaman bagi pengunjung sekaligus menguntungkan bagi semua pihak. Ia berharap tata kelola yang profesional bisa menghidupkan kembali geliat ekonomi di kawasan tersebut.

“Pemerintah Daerah harus selektif, harus berhati-hati (dalam penataannya) supaya Rest Area ini bisa ramai dan bisa nyaman bagi para pengunjung,” tegasnya.

Di sisi lain, Sastra juga menaruh harapan besar kepada kepemimpinan baru Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Ia mendorong adanya kajian matang dan melibatkan berbagai tokoh daerah dalam merancang pengembangan Rest Area dan Hotel Sayaga agar mampu menjadi ikon baru Kabupaten Bogor.

“Tentu dengan semangat baru pak Bupati dan Wakil Bupati Bogor, ke depan harus betul-betul dikaji dulu harus dimintain saran ke tokoh Bogor bagaimana di Rest Area dan Hotel (Sayaga Cibinong) supaya hidup (ramai dan menguntungkan),” harapnya.

Mengakhiri pernyataannya, Sastra mengingatkan kembali bahwa pendirian BUMD seperti Sayaga memiliki tujuan mulia, yakni menghasilkan profit bagi daerah. Karena itu, ia menekankan pentingnya menempatkan sumber daya manusia terbaik untuk mengelola BUMD secara profesional dan berorientasi pada hasil.

“Saya percaya niat untuk mendirikan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) pasti supaya Pemerintah Daerah dapat profit, makanya Bupati dan Wakil Bupati bisa menempatkan orang-orang yang hebat di BUMD,” tutupnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor