Menu

Dark Mode
Proyek Jalan Gunung Botak Picu Polemik, 12 Fasilitas Penambang Rusak Pengajian Bulanan PCM Cibinong: Teguhkan Gerakan Berkemajuan dan Dakwah yang Mencerahkan Tingkatkan Kualitas Orator Perempuan, Pac Fatayat Nu Neglasari Gelar Pelatihan Public Speaking Di Aula Kecamatan Ciledug DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan ASN Musrenbang RKPD 2027 Jadi Tahap Akhir Perencanaan, DPRD Bogor Pastikan Aspirasi Warga Terakomodasi Polres Buru Gelar Kegiatan Operasional Triwulan I 2026 Sinergikan Strategi Kamtibmas

Bogor

Pemkab Bogor Kolaborasi dengan IPB Cetak Wisudawan Sekolah Pranikah untuk Cegah Perkawinan Anak

badge-check


					Pemkab Bogor Kolaborasi dengan IPB Cetak Wisudawan Sekolah Pranikah untuk Cegah Perkawinan Anak Perbesar

SAHABAT PEMDA BOGOR | DRAMAGA – Pemkab Bogor Kolaborasi dengan IPB mencetak wisudawan Sekolah Pranikah, Ahad (3/11).

Sebanyak 36 wisudawan mengikuti program intensif di Desa Sinarsari dan Sukawening, Dramaga.

Program Sekolah Pranikah ini bertujuan membekali remaja dengan dasar pengetahuan pernikahan. Mereka juga diajarkan keterampilan yang mendukung masa depan.

Dalam program ini, peserta belajar materi seperti motivasi pernikahan dan manajemen keuangan. Mereka juga mempelajari keterampilan digital dan kewirausahaan.

Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam berbagai aspek penting pranikah.

Ini menunjukkan kesadaran lebih tinggi tentang pentingnya persiapan sebelum menikah.

Kepala Dinas DP3AP2KB Bogor, Sussy Rahayu Agustini, hadir mewakili Pj. Bupati pada wisuda Sekolah Pranikah. Ia menyampaikan program ini harus dilanjutkan, khususnya di wilayah dengan angka perkawinan anak tinggi.

“Program ini diharapkan menjadi media kolaborasi efektif sebagai komitmen kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Sussy.

Ketua Program Sekolah Pranikah Yulina Eva Riany menjelaskan, program ini adalah aksi nyata atas keprihatinan angka perkawinan anak yang tinggi. Dari 70 peserta, hanya 36 yang lulus setelah mengikuti program sejak 7 September 2024.

“Program ini juga sejalan dengan pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Bogor,” tambah Yulina. Bogor memiliki angka stunting 27,6% di tahun 2023, sementara Jawa Barat ketiga nasional dalam perkawinan anak.

Amiruddin Saleh, Kepala P2SDM, menuturkan Sekolah Pranikah diharapkan menjawab tantangan menciptakan SDM unggul bagi bangsa Indonesia di masa depan.

Senada, Iqbal Irfani dari DPMA IPB mengatakan, “Melalui Sekolah Pranikah, IPB hadir menyediakan solusi sosial, khususnya di sekitar kampus.”

“IPB berkomitmen memperkuat program pencegahan perkawinan anak untuk mencapai tujuan SDGs,” tandas Iqbal.

Acara ditutup dengan apresiasi bagi perangkat desa dan tiga peserta terbaik. Diharapkan peserta dapat menjadi inspirasi bagi remaja lain dalam mempersiapkan masa depan lebih cerah. (red/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengajian Bulanan PCM Cibinong: Teguhkan Gerakan Berkemajuan dan Dakwah yang Mencerahkan

12 April 2026 - 05:47 WIB

DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan ASN

7 April 2026 - 16:46 WIB

DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas

Musrenbang RKPD 2027 Jadi Tahap Akhir Perencanaan, DPRD Bogor Pastikan Aspirasi Warga Terakomodasi

7 April 2026 - 04:34 WIB

Musrenbang RKPD 2027

Relawan SAHARA Hadiri dan Meriahkan Milad Owner PT Hiraya Baraya, Bu Hajjah Nurlela

3 April 2026 - 01:57 WIB

Seluruh Camat dan Kepala Desa Didorong Ikut Tes Urine, DPRD Apresiasi Langkah Nyata Bupati Bogor

2 April 2026 - 12:57 WIB

Trending on Bogor