Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Pemkab Bogor Kolaborasi dengan IPB Cetak Wisudawan Sekolah Pranikah untuk Cegah Perkawinan Anak

badge-check


					Pemkab Bogor Kolaborasi dengan IPB Cetak Wisudawan Sekolah Pranikah untuk Cegah Perkawinan Anak Perbesar

SAHABAT PEMDA BOGOR | DRAMAGA – Pemkab Bogor Kolaborasi dengan IPB mencetak wisudawan Sekolah Pranikah, Ahad (3/11).

Sebanyak 36 wisudawan mengikuti program intensif di Desa Sinarsari dan Sukawening, Dramaga.

Program Sekolah Pranikah ini bertujuan membekali remaja dengan dasar pengetahuan pernikahan. Mereka juga diajarkan keterampilan yang mendukung masa depan.

Dalam program ini, peserta belajar materi seperti motivasi pernikahan dan manajemen keuangan. Mereka juga mempelajari keterampilan digital dan kewirausahaan.

Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam berbagai aspek penting pranikah.

Ini menunjukkan kesadaran lebih tinggi tentang pentingnya persiapan sebelum menikah.

Kepala Dinas DP3AP2KB Bogor, Sussy Rahayu Agustini, hadir mewakili Pj. Bupati pada wisuda Sekolah Pranikah. Ia menyampaikan program ini harus dilanjutkan, khususnya di wilayah dengan angka perkawinan anak tinggi.

“Program ini diharapkan menjadi media kolaborasi efektif sebagai komitmen kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Sussy.

Ketua Program Sekolah Pranikah Yulina Eva Riany menjelaskan, program ini adalah aksi nyata atas keprihatinan angka perkawinan anak yang tinggi. Dari 70 peserta, hanya 36 yang lulus setelah mengikuti program sejak 7 September 2024.

“Program ini juga sejalan dengan pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Bogor,” tambah Yulina. Bogor memiliki angka stunting 27,6% di tahun 2023, sementara Jawa Barat ketiga nasional dalam perkawinan anak.

Amiruddin Saleh, Kepala P2SDM, menuturkan Sekolah Pranikah diharapkan menjawab tantangan menciptakan SDM unggul bagi bangsa Indonesia di masa depan.

Senada, Iqbal Irfani dari DPMA IPB mengatakan, “Melalui Sekolah Pranikah, IPB hadir menyediakan solusi sosial, khususnya di sekitar kampus.”

“IPB berkomitmen memperkuat program pencegahan perkawinan anak untuk mencapai tujuan SDGs,” tandas Iqbal.

Acara ditutup dengan apresiasi bagi perangkat desa dan tiga peserta terbaik. Diharapkan peserta dapat menjadi inspirasi bagi remaja lain dalam mempersiapkan masa depan lebih cerah. (red/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor